Biasa kita saksikan demonstrasi terjadi ketika ada penolakan terhadap kebijakan yang dibuat oleh atasan dengan cara mengumpulkan masa dan turun ke jalan. Kejadian semacam ini bisa terjadi disaat menjelang pemilu ataupun sesudah dan ada juga tentang penerapan kebijakan pemerintahan yang dirasa tidak cocok dan merugikan.
Dalam suatu acara pengajian Gus Baha, ada salah satu jama’ah yang bertanya kepada beliau mengenai boleh atau tidaknya demonstrasi dalam islam.
“Bagaimana menurut Gus, apakah saya melakukan demonstrasi ini sudah baik atau sangat baik atau mungkin perlu dikaji kembali?” tanyanya.
Menjawab pertanyaan dari jama’ah, Gus Baha mencoba memberi pengertian terlebih dahulu apa itu “demonstrasi”.
“Demonstrasi itu kan, makna pokoknya itu kan, memperlihatkan. Makanya demonstrasi kekuatan, ya memperlihatkan kekuatan,” ujarnya.
Demonstrasi dalam islam itu fleksibel, selagi tidak merugikan orang lain dan berbuat anarkis, pula tidak memberi mudharat terhadap kelompok lain. Maka demonstrasi hukumnya boleh-boleh saja.
Menurut Gus Baha boleh menyuarakan asal dengan cara-cara yang diperbolehkan menurut islam dan sesuai konstitusi.
“Bahkan kalau tidak menyuarakan, suara kita. Tentu dengan cara-cara tetep islami ya. Itu malah kita akan disalahkan. Karena tidak bertanggungjawab dalam proses bernegara. Tapi tentu disuarakan dengan cara konstitusional,” kata Gus Baha.
Pada kesempatan tersebut, Gus Baha mencotohkan dan menceritakan pengalamannya ketika ada aksi demo di Yogyakarta.
“Saat itu ada seorang rektor dari salah satu perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta, pamit kepadanya mau melaksanakan demo. Lantas ia menjawab, “ Ya, tapi yang baik dan sopan,” imbuhnya.
“Karena begini, kekuatan manapun itu harus dikontrol. Tentu kontrol itu macem-macem saya ulang lagi, jangan anarkis, jangan melakukan sesuatu yang kontra produktif,” kata Gus Baha.
Kemudian Gus Baha mengungkapkan bahwa apabila ada pemerintah yang didukung 90 % rakyatnya, berarti itu menunjukkan bahwa presiden tersebut baik. Karena bisa mendapat dukungan dari mayoritas rakyatnya.
Dan jika pemerintah hanya didukung 55 % rakyatnya, berarti pemerintah harus lebih berhati-hati. Karena ada sebagian rakyatnya yang tidak mendukungnya menjadi presiden, karena bisa menjadi problem.
“Jadi susahnya apa sih kita melihat sesuatu itu ? asal agama ini kan gampang. Asal tidak melakukan maksiat, baik demo yang diharamkan oleh sebagian ulama tentu maknanya yang anarkis. Kalau yang dihalalkan tentu maknanya yang tertib,” ujarnya.
Ceramah Gus Baha diatas dapat disimpulkan, bahwa demonstrasi diperbolehkan, selagi tidak dilakukan dengan cara anarkis dan tidak melanggar konstitusi.
0 comments:
Post a Comment