Mencintai
Nabi Muhammad SAW merupakan keharusan yang harus dimiliki oleh umat manusia ,
karena beliaulah yang memberikan petunjuk menuju keridhoan Allah SWT. Dalam
ceramahnya Buya Yahya memberikan cara mencintai Nabi Muhammad SAW dengan
sebenarnya.
Pada
kesempatannya Buya Yahya memberikan penjelasan tentang mencintai Nabi Muhammad
SAW baik dengan perilaku maupun ruh.
"Mengikuti
Baginda Nabi itu adalah dhahir, perilaku kita mengikuti nabi, tetapi ruhnya
adalah cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Nah, cinta itu bukan kalimat yang
terucap,” kata Buya Yahya.
Buya
Yahya menjelaskan makna cinta Nabi Muwammad SAW yang sesungguhnya bukan hanya
sekedar lisan saja, akan tetapi dihati.
“Kita
bisa mengucapkan cinta nabi bahkan kita bisa nge-print seribu kertas lantas
ditempel di rumah kita ‘Aku Cinta Nabi, bahkan kaos putihnya di sablon
I Love Rasulullah, bisa. Tetapi ternyata cinta bukan itu tapi dihati,” kata
Buya Yahya.
Kemudian
dalam penjelasannya tersebut Buya Yahya mengatakan, apabila tidak mengikuti
Nabi Muhammad SAW, maka nantinya akan terjadi penyesalan
“Nah
kami hadirkan pada kesempatan ini tandanya mengikuti bahkan kalau tidak
mengikuti dia akan merasa menyesal atau bahkan tertinggal dari pada rombongan
tersebut,” ujar Buya Yahya.
Kebiasaan
seseorang ketika mencintai, salah satunya meniru gaya ataupun perlakunya.
Sebagaimana dikatakan oleh Buya Yahya.
“Mungkin
anda pernah saksikan tanpa anda sadari juga, misal anak muda yang
terkagum-kagum pada suatu grup apa kek, kalau zaman dulu musik rock n roll atau
apa gitu lah zaman dulu. Tokoh artis dunia, tiba-tiba sanga pengagum itu, atau
pemain bola deh. Tiba-tiba dia beli kaosnya, potong rambut seperti potongan
rambutnya, “ imbuhnya.
Lantas
Buya Yahya menggambarkan bagaimana rasa cinta bisa mnejadi magnet seseorang
untuk bisa tampil atau melakukan hal sama dengan yang dicintainya.
“Contoh
itu anak gadis, anaknya Pak Haji itu yang terkagum dengan seorang artis. Dia
kagum sama perannya, sampai dia mengaguminya sampai gaya makannya meniru kayak
dia, pakainnya meniru kayak dia. Lah kenapa menjadi seperti itu ? Karena ada
didalam hati. Jadi kekuatan didalam hati ini akan menjadikan seseorang akan
meniru/mengikuti,” kata Buya Yahya.
Dalam
penjelasannya itu Buya Yahya mengungkapkan bahwa mengikuti nabi Muhammad SAW harus
dibarengi dengan rasa cinta di hati tidak hanya sekedar pengakuan saja.
“Maka
dari itu tidak cukup mengikuti Nabi Muhammad, tetapi harus ada di dalam hati,”
ujar Buya Yahya.
Diakhir
ceramahnya Buya Yahya menegaskan agar cinta kepada Nabi Muhammad SAW tidak
hanya mengaku-ngaku saja.
“Nah,
biasanya kami balik selama ini orang mengatakan mengaku-ngaku cinta nabi.
Sekarang kita selamat tinggal dengan kayak gini, tetapi kita menjadi orang yang
penuh kesadaran yuk kita mencari cinta bukan ngaku-ngaku. Kalau mengaku-ngaku
berbahaya, tak tahunya tidak punya,” kata Buya Yahya.
Demikian
penjelasan Buya Yahya dan semoga kita semua tergolong umat Nabi Muhammad SAW
yang mencintai beliau dengan sesungguhnya.

0 comments:
Post a Comment