Pada sebagian
kepercayaan masyarakat yang menganggap bahwa setelah orang meninggal ruhnya
bisa gentayangan dan menemui seseorang biasanya akan melakukan hal-hal yang menyimpang dari agama seperti melakukan ritual yang tidak dibenarkan oleh agama.
Dalam ceramahnya Buya Yahya mengungkapkan bahwa anggapan tersebut diatas tidak benar dan merupakan fitnah kubur.
“Tidak mungkin, apabila seseorang sudah meninggal, ruh orang itu bergentayangan di dunia, seperti dirumah tua atau jalan-jalan dan sebagainya. Karena, semuanya itu fitnah kubur,” kata Buya Yahya.
Kekeliruan orang yang beranggapan demikian itu menjadi fitnah kubur, karena kalau sudah dialam barzah, kalau orang itu baik, maka orang tersebut mendapatkan kenikmatan surga. Namun, kalau orang itu tidak baik, maka selesaikan dulu urusannya.
Dari penjelasan Buya Yahya tentang ruh orang sudah meninggal akan tetapi bisa berbincang-bincang atau berkomunikasi dengan orang yang masih hidup di dunia, itu memang bisa karena Allah SWT memberikan karomahnya kepada orang tersebut dan atas izin-Nya maka itu bisa saja terjadi.
“Karena orang yang mempunyai karomah itu adalah kekasih Allah, maka diberi Allah kemudahan untuk berbincang dengan ruh di alam barzah, itu pun gak seenaknya,” ujar Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, walaupun orang yang sudah diberi karomah, akan tetapi tidak bisa semaunya dia karena Allah memberinya tidak boleh untuk dibuka untuk yang lain.
“Terkadang semua orang pun ngaku, aku ngomong, kalau ke kuburan bicara dengan ini dan sebagainya. Sehingga banyak orang berdusta, gak ngomong pun jadi ngomong, karena biar dikagumi oleh pengikutnya,” kata Buya Yahya.
Kemudian Buya Yahya menambahkan tentang mukjizat Nabi Muhammad SAW yang melaksanakan shalat bersama dengan para nabi yang sudah meninggal di masjid Al-Aqsa, akan tetapi yang demikian itu namanya mukjizat.
Dan Buya Yahya menerangkan tentang peristiwa yang terjadi pada umatnya Nabi Muhammad SAW itu dinamakan karomah, karena termasuk kekasih Allah yang bertemu dengan wali, orang saleh itu namanya karomah.
‘Itu pun sekali lagi gak bisa seenaknya. Karena ada aqidah yang telah mengatur rambu-rambunya,” imbuhnya.
Demikianlah tentang benar atau tidaknya kepercayaan sebagian masyarakat yang menganggap ruh bisa gentayangan di alam dunia dan semoga kita dijauhkan dari pemahaman-pemahaman yang keliru.
0 comments:
Post a Comment