Semua yang terjadi didunia ini sudah menjadi kehendak Allah SWT, begitu pula hidup dan mati sudah menjadi kepastian dari-Nya.
Dalam ceramahnya Gus Baha memberi pengertian kepada semua yang hadir dalam majlis atau pengajiannya bahwa hidup dan mati manusia itu Allah yang tahu.
Dengan ketidaktahuan tersebut manusia memang harus selalu berhati-hati dalam kesehariaannya, jika manakala manusia itu diambil nyawanya (mati) dalam keadaan melakukan kebaikan atau sedang menanti-nanti kebaikan. Manusia tentunya diakhir hayatnya ingin selalu dapat melakukan amal ibadah yang diridhoi Allah dan wafat dalam keadaan Husnul Khotimah.
Menurut Gus Baha ketidakmampuan manusia mengelola nyawanya , sehingga organ tubuh manusia tanpa diketahui akan tetap bergerak.
“Sebetulnya kita zaman hidup pun nggak tau ngelola nyawa kita. Cara kerja jantung kita, cara kerja paru-paru kita, nanti setelah mati pun nggak tau caranya hidup,” ujar Gus Baha.
Kemudian Gus Baha mempertanyakan proses penciptaan manusia (hidup) dan setelah itu diambil nyawanya.
“Tapi anehnya kita, masa menungso wis dadi lemah bisa hidup lagi. Memangnya kita sekarang bisa hidup karena kita,” kata Gus Baha.
“Tapi anehnya kita, masa manusia sudah jadi tanah bisa hidup lagi. Memangnya kita sekarang bisa hidup karena kita,” kata Gus Baha.
Manusia diciptakan oleh Allah SWT akan tetapi tidak bisa memilih sesuai dengan kehidupan yang dinginkannya.
“Tau-tau ya hidup wis dadi anake wong mlarat, elek (sudah jadi anak yang melarat, jelek). Orang lain ditegur anake Kiai, Gus, Mulyo. Kita ndak ndak pernah bisa milih, milih bapak yo ora biso, ngerti-ngerti anake Karmin, anake Karlan, ya sudah ndak tahu,” ujar Gus Baha.
“Tahu-tahunya hidup sudah menjadi anak orang miskin, jelek. Orang lain dipanggil anaknya Kiai, Gus, Mulyo. Kita tidak pernah bisa memilih, pilih bapak ya tidak bisa, tahu-tahunya anaknya Karmin, anaknya Karlan, ya sudah tidak tahu,” kata Gus Baha.
Sebagai hamba Allah manusia harus percaya apapun yang terjadi didunia ini berada dalam kekuasaan-Nya dan meyakini diciptakannya manusia untuk beribadah kepada-Nya. Allah lah yang menghidupkan dan mematikan manusia.
“Artinya gini, ya sudah ya Allah ketika saya hidup ya ndak tau kenapa saya hidup, pasti Engkau yang menghdidupkan. Ketika saya mati nggak tau kenapa saya mati, pasti Engkau yang menghidupkan dan mematikan,” pungkas Gus Baha.
“Artinya seperti ini, ya sudah ya Allah ketika saya hidup ya tidak tahu kenapa saya hidup, pasti Engkau yang menghidupkan. Ketika saya mati tidak tahu kenapa saya mati, pasti Engkau yang menghidupkan dan mematikan,” pungkas Gus Baha.
Karena ketidaktahuan manusia apa yang akan terjadi pada diri manusia saat ini dan yang akan datang dengan berdo’a dan meyakini bahwa Allah SWT mempunyai sifat pengasih dan penyayang. Dengan demikian kita harus senantiasa khusnudhon kepada Allah SWT.
“Maka saya akan baik-baik saja di akhirat, karena ketika di dunia Tuhannya ya Engkau, ketika di akhirat Tuhannya Engkau, dan sifat Engkau tidak akan pernah berubah, tetap ya Arhamurrokhimin,” kata Gus Baha.
Demikianlah nasihat dari Gus Baha bahwa Allah SWT yang menghidupkan dan mematikan kita semua.
0 comments:
Post a Comment