Gus Baha dalam ceramahnya memberi solusi kepada orang yang mengalami kesusahan dan kegelisahan. Hidup seseorang berubah-ubah kadang senang, susah dan semua itu memang hal yang wajar dialami oleh semua orang. Salah satu faktor dari kegelisahan ataupun kesusahan seseoarang diantaranya karena terlalu mendengarkan dan memikirkan perkataan orang lain.
Pada kesempatan ceramahnya Gus Baha memberikan cara atau solusi menghadapi kegelisahan seseorang dan Gus Baha menuturkan sebab dari semua itu karena kurangnya ridho terhadap ketetapan Allah.
“Akhire sampean mikir, menungso kabeh makhluke Gusti Allah. Kabeh menungso dikersakno pangeran. Wong-wong podo gething, ta anggep ra ono. Ngunu ae. Sing penting ridha’ne pangeran, ujar Gus Baha. (Dalam Bahasa Jawa).
“Akhirnya anda berfikir, manusia semua makhluknya Allah. Semua manusia dikehendaki Allah. Orang tidak tidak suka, saya anggap tidak ada. Itu saja. Yang penting itu ridhonya Allah,” ujar Gus Baha.
Terus Gus Baha pun mengutip dari surah ar-Rad ayat 28 yang berbunyi :
ألا بذكر الله تطمئن القلوب
ala bidzikrillahi tathmainul qulub
Artinya : Ingatlah dengan berdzikir (mengingat Allah), hati menjadi tentram.
Dalam menghadapi orang-orang yang hanya membuat kegelisahan dan membuat pikiran jadi kacau, solusinya adalah dengan mengingat Allah masalah tersebut akan hilang begitulah Gus Baha memberikan nasihat kepada para mustami.
Melihat ceramah Gus Baha yang selalu ceria dan sering terlihat suka guyonan (humor), bagi siapa saja yang melihat dan mendengarkan apa yang disampaikan ceramhanya akan lebih mengena. Dan sering kita dengarkan juga pesan Gus Baha, bahwa segala sesuatu kalau di niatkan untuk Allah SWT, maka akan lebih mudah dan tanpa beban.
“Dalam ilmu tasawuf dinamakan maqom fana’. Maqom yang sudah membunuh betul haddun nafsi. Yang berbau, saya siapa itu, lereni. Sing marai bingung kan nuruti haddun nafsi, nek nuruti pangeran yo ora bingung,” kata Gus Baha
“Dalam ilmu tasawuf dinamakan ilmu fana’. Maqom yang sudah membunuh betul haddun nafsi. Yang berbau, saya siapa itu. Sudahi. Yang menjadikan bingung ya menuruti haddun nafsi, kalau menuruti Allah SWT, ya tidak akan bingung,”
Kemudian yang dinamakan Haddun Nafsi adalah perilaku yang mensifati diri sendiri, maksudnya suatu sikap yang hanya mementingkan diri sendiri dari pada orang lain. Sikap tersebut yang bisa membuat orang gelisah jika apa yang dilakukannya tidak mendapat pujian orang lain. Perilaku tersebut justru bisa membuat manusia mengingkari nikmat-nikmat Allah.
“Dadi mboten perlu eling Allah SWT niku dengan jumlah. Tapi Aqidah. Tapi tertanam betul betapa pentingnya faktor namanya Allah SWT. Itu yang paling prinsip,” kata Gus Baha.
“Jadi tidak perlu mengingat Allah SWT itu dengan jumlah, Tapi aqidah. Tapi tertanam betul betapa pentingnya faktor yang namanya Allah SWT. Itu yang paling prinsip,” kata Gus Baha.
Demikianlah kurang lebih solusi Gus Baha dalam ceramahnya dalam menghadapi kesusahan dan gelisahan hidup.
0 comments:
Post a Comment