Do’a merupakan permintaan hamba kepada Allah SWT . Didalam berdo’a ada waktu-waktu tertentu yang yang mustajab (terkabul). Didalam ceramahnya Buya Yahya memberikan penjelasan adanya waktu yang apabila orang berdo’a niscaya Allah SWT mengabulkannya.
“Mintalah hajat apa saja,” ujar Buya Yahya. Salah satu waktu tersebut, Buya Yahya mengungkapkan pada waktu diantara dua khutbah yang sangat adianjurkan untuk berdo’a.
“Dianjurkan di antara dua khutbah itu berdo’a apa saja, do’a apa saja,” kata Buya Yahya
Didalam berdo’a bahwa menurut penjelasan dari Buya Yahya untuk membaca sayyidul istighfar , yakni.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
"Allahumma Anta Rabbi, la ilaha illa Anta khalaqtani, wa ana 'abduka, wa ana ala ahdika wa wa'dika mastatho'tu, audzubika min syarri maa shana'tu, abu'u laka bini'matika alayya wa abu'u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfiru dzunuba illa Anta.”
Yang artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menepati perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu.”
Bacaan sayyidul istighfar adalah bacaan istighfar yang paling sempurna, Buya Yahya mengatakan tidak harus berdo’a dengan bacaan tersebut, akan tetapi sebagian ulama menganjurkannya.
“Di antara para ulama, ada yang menganjurkan membaca do’a tersebut,” kata Buya Yahya.
Keutamaan berdo’a diantara dua khutbah diungkapkan oleh Buya Yahya, maka berdo’alah memohon kepada Allah SWT .
“Akan tetapi, yang jelas itu adalah saat dikabulkan do’a, maka memohonlah kepada Allah,” jelas Buya Yahya.
“Itu saja amalannya, maka berdo’alah di waktu itu,” ujar Buya Yahya.
Kemudian Buya Yahya menegaskan, bahwa do’a sebagaimana sudah diterangkan adalah waktu yang baik atau utama dalam berdo’a.
“Semoga Allah memudahkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Buya Yahya.
“Semoga dikabulkan hajat-hajat kita semuanya, wallahu a’lam bishshawab,” pungkas Buya Yahya dengan penuh harapan.
Demikian penjelasan Buya Yahya tentang waktu berdo’a yang mustajab dan sangat dianjurkan dan semoga kita dapat melakukannya
0 comments:
Post a Comment