Saturday, November 5, 2022

Ceramah Buya Yahya Amalan Yang Menyelamatkan Dari Siksa Kubur

  


Dalam ceramahya Buya Yahya  mengungkapkan ada amalan, yang apabila orang melakukan amalan tersebut bisa menyelematkan dari siska kubur.

 

Fadhilah dari amalan ini akan menjadi tameng dari siksa kubur bagi orang yang mengamalkannya. Pada pelaksanaannya amalam ini dikerjakan setelah melakukan sholat Isya.

 

Ketika manusia sudah berada dialam kubur, maka akan mempertanggungjawabkan apa saja yang ia lakukan selama hidup di dunia. Jika orang tersebut melakukan dosa, yang akan diterima ialah siksa dan jika melakukan lebih banyak kebaikan atau pahala yang akan diterima surga.

 

Disinilah keutamaan dari amalan setelah Isya, Buya Yahya pun memberikan bacaan yang dibaca sebagai amalan tadi.

 

“yang membaca Tabarak setiap malam akan menjadi sebab Allah menghindarkan dia dari siksa kubur,” kata Buya Yahya.

 

Ayat tersebut diatas adalah Surah Al-Mulk yang merupakan surat ke 67 dari Al-Qur’an terdapat dalam Juz 29. Surat tidak hanya menjadi penyelamat dari siksa kubur akan tetapi bisa jadi bekal masuk surga.

 

“Jadi perlu kita setiap malam membaca surah ini, sebelum tidur, atau habis maghrib, atau habis shalat Isya, “ ujar Buya Yahya.

 

Jika diamalkan dengan istiqomah atau terus menerus dan dibaca sebelum tidur akan lebih baik. Melakukan amalan selama masih hidup dunia itu penting mengingat siksa kubur itu sangat pedih.

 

Selama menjalani kehidupan di dunia manusia tidak luput dari kesalahan-kesalahan yang disengaja maupun tidak sengaja, yang tentunya bisa merugikan manusia tersebut nanti ketika sudah meninggal dan berada dialam kubur.

 

Perbuatan yang selayaknya tidak memberikan manfaat, hendaknya kita tinggalkan dan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik atau memberikan / menyelamatkan manusia dari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Manusia menang tidak luput dari kesalahan, akan tetapi ketika sadar dan dibarengi dengan perbuatan baik bisa berujung dengan kebaikan juga.

 

Sebenarnya amalan membaca surah Tabarak setelah sholat Isya tidak sulit dikerjakan, akan tetapi bila diamalkan secara rutin akan terasa ringan dan mengingat Surah Tabarak tidak begitu panjang setidaknya akan lebih mudah dilakukan.

 

Demikian amalan surah Tabarak yang dijelaskan oleh Buya Yahya dan semoga kita bisa mengamalkannya.

Friday, November 4, 2022

Ceramah Buya Yahya Waktu dan Cara Berdo'a Mustajab

  


Do’a merupakan permintaan hamba kepada Allah SWT . Didalam berdo’a ada waktu-waktu tertentu yang yang mustajab (terkabul). Didalam ceramahnya Buya Yahya memberikan penjelasan adanya waktu yang apabila orang berdo’a niscaya Allah SWT mengabulkannya.

“Mintalah hajat apa saja,” ujar Buya Yahya. Salah satu waktu tersebut, Buya Yahya mengungkapkan pada waktu diantara dua khutbah yang sangat adianjurkan untuk berdo’a.

“Dianjurkan di antara dua khutbah itu berdo’a apa saja, do’a apa saja,” kata Buya Yahya

Didalam berdo’a bahwa menurut penjelasan dari Buya Yahya untuk membaca sayyidul istighfar , yakni.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ


"Allahumma Anta Rabbi, la ilaha illa Anta khalaqtani, wa ana 'abduka, wa ana ala ahdika wa wa'dika mastatho'tu, audzubika min syarri maa shana'tu, abu'u laka bini'matika alayya wa abu'u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfiru dzunuba illa Anta.”

 

Yang artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menepati perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu.”

Bacaan sayyidul istighfar adalah bacaan istighfar yang paling sempurna, Buya Yahya mengatakan tidak harus berdo’a dengan bacaan tersebut, akan tetapi sebagian ulama menganjurkannya.

 “Di antara para ulama, ada yang menganjurkan membaca do’a tersebut,” kata Buya Yahya.

Keutamaan berdo’a diantara dua khutbah diungkapkan oleh Buya Yahya, maka berdo’alah memohon kepada Allah SWT .

 “Akan tetapi, yang jelas itu adalah saat dikabulkan do’a, maka memohonlah kepada Allah,” jelas Buya Yahya.

“Itu saja amalannya, maka berdo’alah di waktu itu,” ujar Buya Yahya.

Kemudian Buya Yahya menegaskan, bahwa do’a sebagaimana sudah diterangkan adalah waktu yang baik atau utama dalam berdo’a.

“Semoga Allah memudahkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Buya Yahya.

 “Semoga dikabulkan hajat-hajat kita semuanya, wallahu a’lam bishshawab,” pungkas Buya Yahya dengan penuh harapan.

Demikian penjelasan Buya Yahya tentang waktu berdo’a yang mustajab dan sangat dianjurkan dan semoga kita dapat melakukannya

Tuesday, November 1, 2022

Ceramah Buya Yahya Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW

 


 

 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sudah menjadi tradisi umat islam di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri Maulid Nabi Muhammad biasa diperingati dengan mengadakan pengajian dan biasanya diiringi dengan pembacaan kitab Maulid.

 

Pada ceramahnya Buya Yahya menjelaskan tentang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sebenarnya.

 

“Rasulullah SAW tidak memperingati dirinya sendiri, tapi Rasulullah SAW memberi contoh untuk kita,” kata Buya Yahya.

 

Dari penjelasan tersebut Buya Yahya meluruskan pemahaman seseoarang yang kadang keliru mengartikan Maulid Nabi Muhammad .Hal ini juga ditegaskan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon tersebut.

 

“Sebagai umat muslim kita harus selalu mencontoh apa yang disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW, karena hal itu sama halnya dengan merayakan Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi adalah perkumpulan hamba-hamba Allah SWT yang diberi mtivasi untuk mengenal, mencintai dan membela Nabi Muhammad SAW,” ujar Buya Yahya.

 

Pada pelaksanaannya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang biasa kita jumpai di kalangan masyarakat seperti bersholawat, berdzikir dan adanya pengajian atau mendengarkan ceramah Mubaligh yang menceritakan suri tauladan atau perjalanan Nabi Muhammad SAW.

Buya Yahya juga memberikan pengertian tentang keutamaan atau keistimewaan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan untuk meniru sunah beliau sebagai panutan umat islam diseluruh dunia.

 

“Kita tidak berbicara soal kelahiran Nabi. Kelahirannya jelas istimewa. Tapi kita ingin menghadirkan sunnah Nabi dengan cara semacam ini,” jelas Buya Yahya.

 

Memang adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak dilaksanakan pada zaman Nabi Muhammad SAW maupun para sahabat.

 

Akan tetapi Nabi Muhammad SAW pernah melakukan puasa yang dilakukan dihari senin dan beliau mengungkapkan alasannya.

 

“Dari Abu Qatadah ra, sesungguhnya Rasulullah telah ditanya perihal puasa pada senin, beliau bersabda.” Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu pula wahyu diturunkan,” (HR.Muslim). 

 

Yang terpenting dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah lebih mengenal dan mensuritauladani perilakunya.      

 

“Hukum merayakan Maulid Nabi, menghidupkan kembali Nabi pada kita itu hukumnya wajib,“ pungkas Buya Yahya.       

 

Demikian penjelasan Buya Yahya mengenai Maulid Nabi Muhammad SAW  dan semoga kita termasuk umat yang akan mendapat syafa’atnya nanti di yaumul akhir.

Ceramah Buya Yahya Tentang Bersedekah Dalam Keadaan Mempunyai Hutang

 

 


Memberi sedekah kepada orang lain itu perbuatan yang baik dan disukai oleh Allah SWT dan akan memperoleh pahala terhadap apa yang telah dilakukannya itu.

 

Sering kita jumpai dikalangan masyarakat, orang lebih suka memberi sedekah kepada orang lain dan meniadakan membayar hutang. Tentunya perbuatan tersebut tidaklah tepat, ia ingin melakukan kebaikan dengan meninggalkan kewajibannya.

 

Dalam ceramahnya Buya Yahya memberikan nasihat mengenai sedekah dalam keadaan masih menpunyai hutang.

 

“Berbuat baik itu kalau gak pakai ilmu kacau,” ujar Buya Yahya.

 

Dengan penjelasan tersebut memberi pengertian, bahwa ketika beramal juga harus diperlukan ilmu agar nantinya tidak sia-sia dan lebih baik mendahulukan melunasi hutangnya.

 

“Anda punya hutang, agar hutang itu mudah dibayar oleh allah harus berbuat baik dong,” imbuhnya.

 

Menurut Buya Yahya, apabila ada orang yang berhutang kemudian ia lebih suka bersedekah dari pada melunasinya, maka perbuatan tersebut tidak baik dan haram.

 

“Cuma berbuat baiknya bisa pakai selain dengan uang dong. Wong punya hutang tapi sedekah ya anda ini sakit,” kata Buya Yahya.

 

Jika mempunyai hutang apabila sudah jatuh tempo harusnya orang tersebut segera membayarnya, karena itu sudah menjadi kewajibannya, bukan malah bersedekah itu sangat keliru.

 

“Kalau misal punya hutang sudah jatuh tempo, tapi anda malah sedekah itu haram ko malahan,” jelas Buya Yahya.

 

Kemudian Buya Yahya menjelaskan balasan tentang orang yang melakukan kebaikan berdekah.

 

“Benar Allah janjikan, kalau anda memberikan kebaikan satu maka akan diberi lebih 70 sampai 100 kebaikan lagi, tapi itu jikalau anda tidak punya hutang, normal,” ujar Buya Yahya.

 

Dampak dari orang yang bersedekah pada saat masih mempunyai hutang, orang yang meminjamkan bisa sakit hati, karena sudah ditolong tapi malah tidak tahu diri. Akibatnya ia berdosa dan bisa muncul permasalahan baru.

 

“Kalau anda punya hutang tap sedekah malah tambah dosa,” kata Buya Yahya.

 

“Kenapa? Karena, yang anda hutangi akan kecewa, ini orang hutang belum dibayar, sedekah-sedekah, imbuhnya.

 

Diakhir ceramahnya Buya Yahya menegaskan bahwa bersedekah itu ada ilmunya dan memberikan arahan mana yang lebih utama.

 

“Tidak boleh berbuat baik dengan kebodohan, harus dengan ilmu dong,” kata Buya Yahya

 

“Membayar hutang itu jauh lebih besar pahalanya bukan sedekah, Maka itulah pentingnya ilmu,” imbuhnya.

 

Demikian penjelasan Buya Yahya dan semoga kita dapat mengambil apa saja yang telah disampaikan.